tangan anak yang berkeringat berlebihan tanda hiperhdrosis

Tangan anak berkeringat, haruskah khawatir?

Keringat berlebih pada tubuh anak bisa menandakan masalah kesehatan– gangguan yang membuat anak minder.

Keringat adalah respon tubuh pada suhu yang panas, olahraga, atau situasi yang membuat cemas, khawatir, marah, dan takut. Berkeringat tak hanya membantu mendinginkan tubuh, juga sebagai respon ketahanan tubuh melawan virus atau bakteri. Namun wajarkah jika keringat berlebihan pada kepala, tangan, kaki, ketiak, dan lipatan tubuh lainnya? Jika anak berkeringat padahal dia sedang berada di lingkungan yang sejuk dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, tampaknya hal itu bukanlah kondisi yang wajar.

Saya mengetahui putri saya mengalami keringat berlebih pada tangan dan kakinya sejak ia berusia 5 bulan. Ketika itu dokter anak saya mengatakan bahwa keringat berlebih pada bayi sangat normal, karena tubuhnya belum matang dalam mengelola suhu. Berkeringat juga bagian normal dari tumbuh kembang anak batita, balita, bahkan anak-anak berusia 6 tahun keatas yang banyak bergerak, dan menyukai kegiatan luar ruangan. Namun saya pernah mengetahui jika anak saya banyak berkeringat terutama di telapak tangannya tanpa melakukan aktivitas fisik yang berat. Kondisi ini menurut istilah dunia medis adalah hiperhidrosis.

Hiperhidrosis apa sih?

Istilah hiperhidrosis digunakan dalam dunia kedokteran, merujuk pada kondisi kelainan dimana tubuh mengeluarkan keringat yang melebihi orang normal pada umumnya. Biasanya diturunkan secara genetik, dari orang tua ke anak-anaknya. Akan tetapi bisa juga muncul akibat situasi dan gaya hidup tertentu.

Sistem saraf dalam tubuh mengaktifkan kelenjar keringat ketika suhu badan naik, ketika bergerak, ketika mengalami emosi, stres dan khawatir, atau sebagai akibat dari perubahan hormon.

Telapak tangan putri saya akan berkeringat jika ia mengalami kecemasan atau ketegangan seperti saat mengerjakan tugas sekolah, dan juga saat bermain di cuaca yang terlalu panas. Namun jika di dalam ruangan ber-AC, tangannya tak berkeringat. Saya khawatir jika hiperhidrosis yang dialami putri saya akan menjadi lebih parah dan mengganggu kenyamanannya serta menurunkan kepercayaan dirinya. Saat putri saya mengerjakan tugas sekolah di rumah, biasanya ia akan mengalami kesulitan ketika menulis di buku. Lembaran kertasnya akan menjadi basah, dan guratan pensilnya akan memudar. Kalau sudah begitu, saya akan menyalakan AC, atau mengalasi tangannya dengan sapu tangan. Bahkan pernah ia menggambar atau mewarnai, dengan menggunakan sarung tangan.

Lantas apakah hiperhidrosis palmar bisa disembuhkan?

Saya pun sedang mencari caranya, mungkin dengan membeli beberapa produk yang diklaim bisa mengurangi keringatnya, atau konsultasi ke dokter? Belum pasti, namun saya akan mencobanya. Tunggu update ceritanya ya.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *