Saya Instruktur Pijat Bayi, Bukan Dukun Pijat Anak
Selain gelar akademis, sebenarnya di akhir nama saya ada tambahan satu gelar lagi, yaitu CIMI alias Certified Infant Massage Instructor. Wah dapat dari mana tuh? Gelar ini saya peroleh setelah saya menyelesaikan pelatihan untuk menjadi instruktur pijat bayi tersertifikasi dari International Association of Infant Massage (IAIM). IAIM merupakan organisasi non profit yang didirikan oleh seorang wanita bernama Vimala Schneider McClure dan kini sudah merambah di 70 negara.
Mengapa saya memilih mengikuti pelatihan ini? Jujur sejujur-jujurnya, niat awal saya murni untuk bisnis. Saat anak saya masih berusia 3-4 bulan saya rutin membawanya ke baby spa untuk berenang-renang santuy dan dipijat oleh terapisnya. Ada satu baby spa di dekat rumah saya yang tidak terlalu besar, hanya menempati satu rumah kecil, dengan dua pegawai saja, namun saya lihat selalu ada pelanggannya setiap hari. Walau tak banyak sampai menumpuk-numpuk tapi setidaknya jumlah pengunjungnya stabil.
Dengan gaya sok tahu, saya mencoba berhitung : jika saya membuat bisnis serupa dengan lokasi strategis, desain ruangan yang lebih bagus, pekerja lebih banyak, tarif lebih mahal sedikit, rasa-rasanya saya bisa memperoleh untung lebih besar. Otak saya berputar, dari mana kah saya bisa mendapatkan sertifikat untuk dipajang di dinding depan baby spa nanti sebagai legitimasi bisnis saya? Riset sana sini, akhirnya sama menemukan pelatihan untuk menjadi seorang CIMI oleh IAIM ini. Saya pun berangkat ke Jakarta untuk menjalani pelatihan.
Apakah pelatihannya sesederhana yang saya pikirkan? Oh tentu tidak, Marimar. Ternyata peserta lain dalam kelas saya mayoritas adalah tenaga kesehatan, mostly dokter spesialis anak dan perawat. Meskipun tidak memiliki background dunia kesehatan, namun saya sangat menikmati pelatihan tersebut. Banyak informasi baru yang membuka mata saya tentang dunia pijat bayi, dimana sebenarnya saya dilatih bukan untuk memijat bayi melainkan mengajarkan orangtua untuk dapat memijat bayinya sendiri. Nah loh. Rencana bisnis saya bubar. Hahaha.


Saya akhirnya menjadi paham mengapa memijat bayi sendiri secara rutin berdampak sangat baik bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikis. Prinsip skin-to-skin touch seperti halnya ada dalam konsep menyusui, menggendong dan metode kangguru bagi bayi prematur adalah juga menjadi kunci utama dalam pijat bayi. Pijat dalam hal ini bukanlah terapi kesehatan melainkan sentuhan kasih sayang dari orang tua dan anak.
Dalam buku Infant Massage : A handbook for Loving Parents, Vimala McClure mengungkapkan bahwa pijat bayi memberi sangat banyak manfaat baik, tak hanya bagi anak, melainkan juga bagi orangtua, keluarga dan bahkan masyarakat. Interaksi yang terjadi selama sesi pijat jelas akan mempererat bonding antara orang tua dan anak, membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasinya verbal dan non verbal, memaksimalkan semua inderanya, membangun rasa percaya diri, serta anak merasa dicintai. Secara fisik, pijat bayi akan membantu stimulasi pada sistem peredaran darah, pencernaan, hormon dan imun serta perkembangan otot.
Wah, rasanya saya harus membuat tulisan-tulisan berikutnya khusus membahas mengenai pijat bayi ini. Saya memiliki perspektif baru dalam memahami pijat bayi. Bahkan ilmu yang saya dapatkan tak hanya pijat untuk kondisi umum, melainkan sentuhan untuk bayi spesial seperti bayi prematur, dan bayi adopsi yang artinya tidak memiliki kedekatan awal dengan orang tuanya angkatnya. Tak sia-sia saya mengeluarkan biaya cukup besar untuk pelatihan tersebut. Saya pun dapat menerapkannya kepada anak saya.
Apakah setelah menjalani pelatihan beberapa hari, saya lantas mengantongi gelar CIMI? Oh nanti dulu, Jose Armando. Saya diberi waktu beberapa bulan untuk dapat membuka kelas di kota domisili saya, mengundang sejumlah orangtua beserta anaknya untuk saya ajarkan pentingnya pijat bayi dan bagaimana cara melakukannya. Selain ujian praktek ini tentu ujian tertulis juga harus saya selesaikan untuk kemudian dinilai. Jika hasilnya baik tentulah saya akhirnya resmi mendapatkan gelar Certified Infant Massage Instructor.



Sebagian orang tentu tak paham akan gelar saya ini. Tak jarang saya harus mengklarifikasi bahwa saya bukan dukun pijat anak yang bisa menyembuhkan keseleo, patah tulang, menaikkan napsu makan anak, dll. Pernah suatu kali saya harus memberi pelatihan Public Speaking di salah satu BUMN, rekan saya memperkenalkan saya sebagai ‘tukang pijat bayi’. Huff. Rasanya pengen saya memijat rekan saya tersebut saat itu juga di hadapan peserta pelatihan. Haha.
Apakah sekarang bisnis saya sudah berjalan? Menurut Pulgoso? Ya belum lah. Namun membuka usaha yang berkaitan dengan anak tetap menjadi impian saya, seperti salon anak, restoran anak, playground anak ataupun butik pakaian anak. Saya akan terus berusaha mencapai mimpi-mimpi saya tersebut, karena Soekarno pernah berkata : Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Lalu mamak-mamak sekarang korban Lambe Turah akan berkata : di atas langit masih ada Hotman Paris. Duh, netizen!
Saya sangat terbuka jika ada Teman Cerita yang ingin berdiskusi seputar pijat bayi. Jika pandemi sudah berakhir, saya juga berniat kembali membuka kelas kecil untuk orang tua agar dapat berlatih memijat anaknya. Feel free to ask ya, Teman Cerita. Nantikan tulisan-tulisan saya berikutnya tentang pijat bayi dan seluk beluknya. See ya!
Connect with your children heart-to-heart. Touch them with your hands, your eyes and your heart. Let them bond with the living, the breathing world.
Vimala McClure

Hai mba Feb, salam kenal ya. saya dengan riry. senang bisa membaca tulisan mba Feb ini. Rencana saya juga ingin mengikuti jejak mba Feb ini mengkuti pelatihan CIMI ini bulan Sept 2023 di Jakarta. Maaf mba Feb bila berkenan bisa kah share gimana trik dan tips agar saya nanti bisa lancar mengikuti pelatihan dan ujiannya, mengingat saya bukan dari tenaga medis. Terima kasih sebelumnya mba, semoga sehat sehat selalu. Aamiin