suami istri membahas keuangan rumah tangga
| | |

Perlukah Bicarakan Keuangan Sebelum Menikah?

Hai Teman Cerita, kemarin saya berbincang dengan adik perempuan saya. Dia berencana menikah pada tahun ini, kemudian dia bertanya kepada saya apa saja yang perlu disiapkan untuk pernikahannya. Tentu saja sangat banyak yang perlu dipersiapkan, mulai dari persiapan untuk sah-sah-nya (urusan pemberkatan di Gereja dan Catatan Sipil) sampai dengan persiapan resepsi. Namun, kemarin saya menekankan ada satu hal yang juga sangat penting untuk dipersiapkan olehnya dan calon pasangannya, yaitu pembicaraan dan kesepakatan mengenai keuangan.

Faktanya, ada penelitian yang menunjukan bahwa permasalahan keuangan menjadi salah satu dari 5 faktor utama penyebab perceraian. Dalam jurnal Couple & Family Psychology1 yang di rilis oleh NCBI (National Centre for Biotechnology Information), dicantumkan bahwa penyebab perceraian dikarenakan permasalahan keuangan memberi kontribusi 36,7% dari seluruh responden (52 individu yang bercerai) yang diwawancarai.

Pertanyaannya sekarang, apakah perceraian karena hal tersebut dapat diminimalisir atau bahkan dicegah?

Jawabannya, tentu bisa!

Salah satunya adalah dengan kesepakatan dan komitmen pasangan dalam hal keuangan yang sudah dibicarakan sebelum menikah.Dengan bersepakat dan berkomitmen mengenai hal-hal keuangan, kita merasa lebih aman, lebih pasti, dan juga lebih terencana.

Ada artikel yang sangat menarik dari Money Ning2 mengenai hal keuangan apa saja yang perlu dibicarakan sebelum menikah, saya akan bantu jabarkan sedikit disini :

Pola pikir dan Kepercayaan Mengenai Uang

Setiap keluarga mempunyai pandangan dan pola manajemen yang berbeda mengenai uang, dimana kadang uang menjadi topik yang sensitif untuk dibicarakan. Di sisi lain pun setiap orang juga memiliki pengalaman dimana terkadang mereka berhasil dan juga gagal saat mengelola uang. Informasi mengenai hal ini akan membantu pasangan lebih memahami satu sama lain dan mempermudah dalam menentukan target keuangan bersama.

Contoh pertanyaan:

  • “Menurut kamu, uang itu penting, penting aja, atau penting banget?”
  • “Apakah kamu pernah kena tipu? Atau pernah kemalingan?”
  • “Apakah kamu pernah dapat uang dalam jumlah besar? Dari mana? Bagaimana ceritanya?”
  • “Yang mengatur uang di rumah kamu biasanya siapa?”
  • “Orang tua kalau ribut soal uang itu biasanya karena apa? Papa yang suka diem-diem ngasih pinjam uang ke orang lain? Atau mama yang belanja suka kebablasan?”
  • “Kamu belajar ngatur uang dari siapa? Orangtua? Buku? Ato mengikuti cara teman?”

Aset dan Kewajiban

Membicarakan hal ini memang cenderung membuat kita tidak nyaman, namun transparansi mengenai aset dan kewajiban adalah hal yang sangat penting agar pasangan tidak merasa ‘terjebak’ dalam menjalani pernikahan.

Contoh pertanyaan:

  • “Kamu punya aset apa aja? Tabungan, deposito, mobil, atau apa? Sebesar apa?”
  • “Tabungan dan deposito kamu peruntukkan untuk apa? Untuk cita-cita atau untuk keadaan darurat?”
  • “Kamu punya kewajiban apa saja? Utang kartu kredit, utang ke teman, utang ke keluarga, atau cicilan? Sebesar apa?”
  • “Kamu ada kewajiban lain kah? Utang keluarga yang jadi kewajiban kamu? Atau asuransi orangtua?”
Sumber : https://www.gracefulabandon.com/money-marriage-finances/

Penggabungan Keuangan

Cara mengelola keuangan setiap orang berbeda-beda, sebelum menikah pasangan harus menyepakati bagaimana keuangan kedua belah pihak tersebut dikelola, apakah dikelola sendiri-sendiri atau digabung dan dikelola bersama.

Perjanjian pranikah juga bisa menjadi pilihan untuk pasangan yang ingin aset dan kewajibannya tetap menjadi tanggung jawab masing-masing secara hukum. Perjanjian pranikah bukan berarti pengelolaan tidak bisa dikerjakan bersama, tapi lebih kepada berjaga-jaga apabila di masa depan terjadi permasalahan keuangan pada salah satu pihak, maka tidak akan menyeret pihak lain untuk ikut bertanggung jawab. Biasanya perjanjian pranikah banyak dipakai oleh para pengusaha yang dalam menjalankan usahanya erat dengan urusan utang piutang. Penggabungan keuangan sendiri juga tidak lepas dari masalah, ini berarti utang piutang menjadi tanggung jawab bersama.

Target Dalam Hidup dan Dalam Hal Keuangan

Target, cita-cita, dan impian setiap orang saja berbeda-beda apalagi target bersama sebagai pasangan. Dan proses mencapai hal tersebut pun seringkali erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan.  Dengan membicarakan hal ini dengan pasangan sebelum menikah, kita bisa mengatur dan merencanakan hal-hal yang dibutuhkan secara keuangan untuk mencapai target dan impian tersebut. Bisa dengan menentukan skala prioritas, hingga tabungan yang disepakati untuk mempermudah tercapainya hal tersebut.

Contoh pertanyaan:

  • “Kamu punya impian atau cita-cita apa? Traveling, rumah, atau bisnis sendiri?”
  • “Untuk cita-cita kamu itu apa yang sudah kamu siapkan? Tabungan sudah ada?”
  • “Apa yang perlu kita siapkan agar cita-cita kita tercapai? Tabungan? Investasi?”

Siapa yang Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan disini berarti membayar tagihan, mengatur tabungan, investasi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keuangan dalam pernikahan. Pengelolaan bisa dilakukan 1 orang atau bisa sharing dengan pasangan, berbagi mana yang menjadi tanggung jawab suami mana yang menjadi tanggung jawab istri. Dalam pengelolaan keuangan ini, siapapun yang bertanggung jawab harus mengutamakan keterbukaan dan transparansi.

Contoh pertanyaan:

  • “Siapa yang akan pegang uang (jika digabung)?”
  • “Siapa yang akan bayar kebutuhan rumah (listrik, air, dll)?”
  • “Berapa besar porsi tabungan untuk anak dari masing-masing pemasukan? 50%-50% atau bagaimana?”

Pembicaraan soal keuangan tentunya tidak berhenti setelah acara pernikahan, pada saat menjalani pernikahan sendiri keterbukaan soal keuangan juga sangat penting untuk selalu dibicarakan. Seiring berjalannya pernikahan mungkin ada tambahan pengeluaran ataupun pemasukan dari kedua belah pihak, begitu juga dengan adanya perubahan rencana dari cita-cita yang sebelumnya dibicarakan.

Semua hal tersebut harus disampaikan dan dibicarakan agar keuangan tidak menjadi hambatan dalam kehidupan pernikahan dan mungkin malah bisa jadi dukungan kuat untuk pernikahan.

Tips:

Setelah menikah, pembicaraan soal uang dapat dilakukan secara berkala, sebulan sekali saat gajian, atau di waktu lain yang disepakati. Selain di waktu yang disepakati tersebut, setiap ada hal yang berhubungan dengan uang bisa langsung dibicarakan dengan pasangan.

Akhir kata, selamat mempersiapkan pernikahan dan semoga semua prosesnya dilancarkan!

“It’s not about having lots of money. It’s knowing how to manage it.”

Chris Rock

Sumber :

1https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4012696/#S11title

2https://moneyning.com/money-beliefs/money-marriage-conversations/

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *