Drama

Sinopsis Drakor My Roommate Is A Gumiho (Episode 1-2 Review)

Awalnya saya berpikir drama ini jauh dari kata komedi. Serigala yang menyeramkan, kisah yang penuh emosi, alur cerita dan intrik yang mendobrak stereotip. Siapa yang sangka di episode awal, tampil serigala dengan sembilan ekor yang sangat halus, manik-manik serigala berwarna merah, dan teleportasi. Menarik! Pikir saya ketika menonton episode pertama. Walau awalnya tak yakin, tone apa yang akan ditampilkan dalam drama ini, namun tayangan pembukanya ternyata ringan dan jenaka, premis yang agak konyol, lengkap dengan adegan muntah akibat mabuk alkohol.

Gumiho Shin Woo Yeon di era Joseon, mengisi manik-manik dengan energi wanita.

EPISODE 1-2 REVIEW

Tampak usaha 100% dalam setiap detil teknik pengambilan gambarnya, ditambah dengan musik latar yang menyentuh nan indah sehingga membuat saya terpesona. Ceritanya disuguhkan dengan cara yang jenaka tanpa bertele-tele, di akhir episode pertama, karakter utama pria dan wanita dan alasan mereka terpaksa tinggal bersama dijelaskan dengan apik dan sempurna.

Shin Woo Yeo di era modern

Adegan pertama menampilkan montase (potongan-potongan gambar) singkat tentang seorang gumiho, yaitu siluman serigala dalam mitologi Korea, berusia 999 tahun, Shin Woo Yeo (Jang Ki Young). Hidupnya di era Joseon selama berabad-abad hingga saat ini di Seoul, ditampilkan dengan efisien dan cukup memberi informasi tentang dirinya. Siluman yang seksi, misterius, halus perasaannya, dan telah memberikan maniknya kepada banyak wanita yang berkenalan dengannya. Impian hidupnya hanya satu, ingin menjadi seorang manusia. Untuk alasan itu ia harus mengisi maniknya dengan energi manusia, sehingga jika sudah terisi penuh, manik akan berubah warna.

Namun bagi Woo Yeo, semakin lama ia hidup, semakin ia menjadi tak peduli, hanya ada perasaan kosong dan tanpa makna. Semua datang dan pergi- orang maupun hubungan semuanya tak ada yang abadi. Wajahnya menyiratkan perasaan kesepian yang dialami, hidupnya semakin menyendiri. Beberapa kali adegan yang menampilkan sorot mata dan mimik mukanya, saya jadi terbayang muka drakula dengan rahasia, misteri, rayuan dan kemewahannya. Tetapi Woo Yeo disini langsung mengungkapkan identitas aslinya kepada pemeran utama wanita, Lee Dam (Hyeri). Keduanya bertemu secara tidak sengaja saat Lee Dam mengejar temannya yang sedang mabuk. Tanpa sengaja temannya itu muntah di atas mobil sport mewah Woo Yeo. Lalu saat adegan Lee Dam hampir terjatuh dan diselamatkan Woo yeo, malahan manik Woo Yeo keluar dari tubuhnya dan masuk ke tubuh Lee Dam. Ketika terbangun, Lee Dam sudah berada di rumah Woo Yeo. Ia dengan cepat membuat skema hidup bersama dalam satu rumah. Dia bahkan blak-blakan mengatakan bahwa ia adalah gumiho, bahwa Lee Dam harus melindungi maniknya, dan menunjukkan bentuk aslinya (baca: besar, putih, halus, dengan sembilan ekor).

Setelah itu adegan berfokus pada Lee Dam yang melalui tahapan penolakan, teror, kemarahan, hingga penerimaan pada akhirnya, karena ternyata manik dalam tubuhnya bisa membuatnya sakit. Ia terpaksa mengemas barang-barangnya dan pindah ke rumah Woo Yeon.

Cukup lucu bagi saya, tampaknya yang menjadi kekuatan drama ini bukan dari segi ceritanya- sebaliknya, akting para pemerannya mampu menghidupkan cerita. Jadi ceritanya hampir bersebelahan dengan karakter mereka. Jang Ki Yong misalnya, menurut saya terbaik disini, bukan hanya rambutnya yang luar biasa, mungkin akhirnya ia mendapatkan peran yang cocok untuknya? Ia tak hanya seksi, atau hanya angkuh dan pendiam. Ia menjadi keduanya dan sedikit kekonyolannya menjadi kombinasi akting yang bagus. Misalnya, Woo Yeo akan menatap Lee Dam melalui jendela dengan tatapan yang menyeramkan, sedetik berikutnya, ia sudah berteleportasi ke depannya hanya untuk menawarkan membawakan koper dengan senyumnya yang manis. Atau sebaliknya, ketika Woo Yeo terkejut karena Lee Dam yang marah mengawasinya dari balik jendela.

Akting Hyeri sebagai Lee Dam sangat pas, sebagai seorang mahasiswi yang tiba-tiba berurusan dengan gumiho, wajar jika ia merasa takut dan cemas (Deok Sun! lihat dirimu disini!). Kehidupannya sebagai mahasiswi seperti kebalikan dari kisah lampau Beauty and The Beast. Namun semua perasaan itu digambarkan dengan baik, sehingga karakter Lee Dam seperti dirinya yang sebenarnya. Hyeri tak ragu untuk menampilkan mimik muka yang kelihatan jelek dan konyol, terlepas image-nya sebagai seorang penyanyi idol.

Oya dalam drama ini juga ada reuni para pemeran Start-Up lho, dengan Kim Do Wan berperan sebagai sahabat Lee Dam, dan Kang Han Na sebagai gumiho bodoh yang baru menjadi manusia bernama Yang Hye Sun. Woo Yeo berteman dengan Yang Hye Sun selama 700 tahun, dan meskipun keduanya sering beradu mulut, tampaknya hubungan kedua teman ini akan banyak terungkap di episode selanjutnya. Ia juga sama bingungnya dengan sikap Woo Yeo yang mendadak kumpul kebo dengan manusia.

Tapi ada yang lebih dari itu selain dari pengawasan langsung Woo Yeo terhadap Lee Dam dan manik rubahnya. Woo-Yeo segera mengungkapkan bahwa hidup Lee Dam mungkin dipertaruhkan (meskipun dia berjanji untuk melindunginya). Selain itu, ada komplikasi yang tidak diharapkan Lee Dam: dia tidak bisa minum alkohol, makan ayam goreng (aneh banget), atau berhubungan dengan pria yang lahir di Tahun Macan (edan!), karena hal-hal ini berinteraksi secara negatif dengan manik, dan menyebabkan rasa sakit fisik yang hebat.

Lee Dam pulang kesakitan, dan dipulihkan dengan sentuhan lembut dari Woo-yeo, yang anehnya, manik itu bereaksi aneh tatkala Woo Yeo menyentuh Lee Dam. Karena sikapnya yang selalu menghindari sentuhan beberapa pria, membuat penasaran playboy baru idola para wanita kampus yang juga lahir di tahun macan. Semakin Lee Dam menghindarinya, semakin dia mengejarnya.

Secara keseluruhan, episode pertama dan kedua adalah tayangan drama dengan tempo yang cepat, liar namun tetap rapi. Dan betapa pun gilanya drama My Roommate Is a Gumiho, ada sesuatu yang ajaib yang hanya dapat dilakukan oleh K-drama, mengambil premis gila dan membuatnya menjadi cerita yang mudah untuk diikuti. Lagipula, sebuah drama dengan seorang gadis mahasiswi sebagai main lead, yang hanya ingin melewati semesternya dan berkumpul dengan teman-temannya, cukup mudah untuk diikuti, kan? Misteri cerita, tentu saja terletak pada Woo Yeo – apa kebenaran di sekitar sejarah dan maniknya? Mengapa tampaknya manik itu berubah warna hanya saat Woo Yeo memegang Lee Dam di area wajah? Apakah ada sesuatu tentang dia yang belum kita pelajari? Makin penasaran dengan episode selanjutnya kan, teman cerita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *